Sendiri tak berarti kesepian

Yang tersandung perasaan mbuh-mbuhan : Ikhwani Mufidhah.

Begini Tuan dan Nona, duduklah dan Aku ingin sedikit bercerita.. (Dibaca sampai akhir yaaa...)
Kita makhluk sosial, dari bangun tidur hingga tidur lagi pun memerlukan orang lain. Aktivitas apapun!
Jadi, Tak hanya kalian yang membutuhkan orang lain, Aku pun sama.
Banyak yang ngomong langsung kepadaku, dan [mungkin] ada yang membicarakanku dibelakang, Ada beberapa pertanyaan yang masih ku ingat, dilontarkan oleh kawan-kawan ; 
“Weki lho, cah pinter tapi randue konco! Sakne men. Hahaha”, (Kamu itu lho, orang pinter tapi nggak  punya teman! Kasihan banget! )
“Mup, koe ki wong extrovet, opo wong introvert to?, sakjane koe ki yo iso bergaul karo sopo wae, tapi kok ketoke gak nduwe kanca yo?
“Pink... emang cah BKI ki randue konco rapopo to?, maksude iso kendel koyo koe ngono?”
Ah, banyak sebenarnya, pertanyaan kawan-kawan yang dilontarkan ke Aku, tapi aku lupa persisnya seperti apa, yang ngomongin aku dibelakang pun ada, aku masih bisa mendengarnya samar, katanya Aku orangnya kritis, sampai aku bisa menyeleksi teman dekatku, jadi nggak sembarangan orang bisa dekat denganku.
Hmmmmm 987x
Ada banyak-banyak suara tentangku yang tak bisa kutuliskan disini, jika diingat ya lucu, nganyelne, dan merasa bukan aku yang diomongin; lhoh katanya sifatku kritis, pinter. Yakin, Aku ra ngroso!
Begini ya, Sebenarnya aku bukan orang yang anti sosial. Aku juga sama seperti kalian, membutuhkan orang lain. Bekerjama dengan banyak orang, berkomunikasi dengan banyak relasi. Ya, menjaga kestabilan dimuka bumi sebagaimana mestinya. 
Cuma, aku beda dengan kalian. 
Kalian kan suka tuh, dari mulai kentut, tidur, makan, kuliah harus deketan bangkunya, nugas, nonton film, belanja, apalah apalah harus bareng sama temen, gandeng kayak lem. Ibaratnya kita sama dia rebutan oksigen gitu,.
Kalau Aku, tipe yang gak suka itu! Jadi, tidak usah jadi kaum kagetan ya, mylov~
Aku punya alasan yang mungkin bisa jadi bahan pertimbangan untuk kamu diam sesaat.
Jadi dulu, waktu Aku SMP, ya akupunya lah beberapa teman deket, perempuan. Kita sering kemana-mana bareng, wes mbuh pokoe bareng. Saat senang ya senang, tapi sewaktu ada masalah rasanya tuh hem, pengen pindah sekolah lah, musuhan beberapa hari, dan banyak sekali, hingga berefek tidak fokus sekolah, tidak nafsu makan, dan tentunya merasa tertekan. Ya mungkin wajar, umur masih dua belasan tahun emosipun belum stabil. Tapi dari situ, Aku ketakutan untuk mempunyai sahabat atau kawan yang kemana-mana harus bareng, Aku nggak mau ribet urusan dengan orang lain. Jadi sejak saat itu, sampai kini Aku [merasa] nggak punya kawan pas SMA dan kuliah yang dekat kat kat gituuu. Yatapi aku nggak merasa kesepian juga lho, jangan dikira Aku anti punya kawan. Ya aku sama siapa aja ngerasa klop, tapi mungkin, nggak sampai menyentuh di relung yang paling pojok dan pinggir. Hahahha. 
Eh ada ding, Aku nggak suka aja, sama kawan yang pendiam. Ya aku tau sifat tak hanya satu jenis, ya tetap berkawan, Cuma hanya dibagian pinggir luar saja, tak sampai bercerita ngalor-ngidul, yah bagaimana mau bercerita, kalau diajak ngomong Cuma dijawab iya, enggak, he’em, hehehe. Sudah, sekadar itu. Hayati lelahhh~~ ya mending disenyumin aja, walaupun senyumku nggak manis.

Ya, terserah Tuan dan Nona sekalian mau mengecap saya seperti apa....

Ooh iya, ada juga sebenarnya alasan ya mungkin, gimana yaaa... 
Emm. Nggak sreg nya Aku sama sebagian kawan-kawan yang Aku jumpai di bangku yang katanya perguruan tinggi ini, 
Jadi nganu, Aku nggak sreg aja, kadang sih aku nimbrung obrolan dari mereka-meraka yang gandeng kayak lem itu, seputaran tugas kuliah, kalau nggak ya tentang bedak, gincu, dan nikah muda! Ah, pret!! Begitulah.
Tapi aku banyak juga menemukan orang-orang yang ... yaa, kemana-mana sendiri gitu. Itu kalau pas ketemu ngobrolin sedikit bumbu politik, kesibukan apa saja, kadang juga ngoceh issue yang lagi hangat, paling sering sih ngomongin penyakit. Tapi ya nyambung aja ngobrolnya, mengalir.


Hemmmm 45x.........

Tapi ya Aku gini-gini, seperti yang kalian tuduhkan ke Aku, wahai Tuan dan Nona...
Aku masih juga dipercayakan untuk mendengarkan dan sedikit memberi sedikit solusi, ada sih beberapa kawan yang membuang “sampah” masalahnya, dari mulai tentang; keluarga, selingkuhan, pacar, teman, gebetan baru, dan masih ada tetek mbengek  lainnya, sampai nangis-nangis. Hem. Ya walaupun Aku juga belum jadi orang yang swempurna seperti kalean kaleaaan, yang masih kalau ada masalah ya nangis juga ke beberapa orang yang kupercaya. Tapi katanya Aku adalah orang yang tepat saat pembuangan “masalah”. Oke fix~~~ maciiiiiiiii
Hem, ywis lah. Intinya apa? Ya itu tadi ya :*
Kita hidup itu banyak premis,
Semua ada dan berwarna,
Bukan menjadi alasan untuk menghancurkan mental orang lain tetap jaga solidaritas dan keseimbangan hidup.
Tanpa mu, bagaikan lotisan tanpa sambel.
Sebenarnya, alasan-alasan ini tak patut untuk kutulis dan kuposting, tapi perasaan kecil hati ku yang menginginkan nulis untuk membungkam orang-orang yang anu itu! 
maaf bila bahasanya belepotan, karena ini disambi makan leker 
mwah! Berhenti nyinyir ya. 

Komentar

Postingan Populer